Apa itu Algoritma Google: Begini Penjelasannya

Apa itu Algoritma Google
Penjelasan Lengkap tentang Algoritma Pencarian Google

Halo Sahabat Optisio. Bila sebelumnya kami telah bahas secara singkat dan jelas mengenai apa itu SEO serta sedikit spill tentang tips memilih jasa SEO, kali ini kita akan membicarakan tentang algoritma Google.

Jika Anda membaca artikel atau menonton video tentang SEO, maka Anda akan sering mendengar istilah ‘algoritma Google’.

Betul? 😀

Tanpa panjang lebar lagi, yuk kita bahas definisi algoritma pencarian Google, sejarah singkatnya, hingga pentingnya memahami algoritma ini dalam proses optimasi SEO sebuah website.

Apa itu Algoritma Google

Algoritma Google adalah serangkaian aturan matematis kompleks yang digunakan Google untuk menentukan peringkat halaman website pada hasil pencarian.

Yap, dengan kata lain, algoritma ini merupakan ‘rumus’ untuk menentukan rangking halaman-halaman web setelah user meng-input-kan suatu keyword (kata kunci) di Google search.

Nangkep, ya?

Langsung kami kasih contoh saja biar nggak bingung, hehe.

Kami memasukkan keyword ‘jual mobil bekas’ di Google.

Begini hasil pencariannya :

Algoritma Google | Contoh Hasil Pencarian
Contoh hasil pencarian di Google dengan kata kunci “jual mobil bekas”

Algoritma Google lah yang menentukan halaman dari website Mobil123.com, OLX.co.id, dan Carmudi.co.id ada di peringkat 1 hingga 4 hasil pencarian Google di keyword ‘jual mobil bekas’.

Sudah clear?

Terus, apa saja ‘isi’ dari algoritma tersebut?

Untuk rumus exact-nya, hanya Tuhan dan Google yang tahu.

Kabar baiknya, Google memberikan kita kisi-kisinya di halaman Google Search Essentials (dulunya bernama Webmaster Guidelines).

Coba deh, kalau ada waktu luang, saya sangat menyarankan Anda membaca artikel-artikel di sana. Terlebih, jika Anda punya interest di SEO. Wajib!

Google Search Essentials adalah panduan dasar kita dalam melakukan optimasi SEO.

Panduan ini bisa diibaratkan UUD 45-nya Indonesia. Ia jadi pedoman & landasan bergerak kita sebagai seorang praktisi SEO.

Oke deh. Terus, gimana cara web kita ada di halaman pertama hasil pencarian?

Faktor-faktor penting yang menentukan rangking halaman web di hasil pencarian (SERP: Search Engine Result Page) biasa disebut dengan ranking factor.

Insya Allah, kita akan membahas tentang ranking factor secara lebih mendalam di artikel terpisah.

Top 5 Ranking Factor

Beberapa ranking factor yang paling populer antara lain :

  • Konten Berkualitas dan Relevan

Konten yang informatif, bermanfaat, dan relevan dengan keyword yang dicari oleh pengguna. Konten harus memenuhi kebutuhan pengunjung serta memberikan jawaban yang helpful & komprehensif.

  • Optimasi Keyword

Pemilihan dan penggunaan kata kunci yang tepat di dalam konten: judul, heading, pada tempat-tempat yang penting di artikel, hingga di meta title & description. Ini membantu Google memahami topik halaman Anda dan meningkatkan kemungkinan muncul dalam hasil pencarian terkait.

  • Mobile-Friendly

Halaman web harus dapat diakses dan ditampilkan dengan baik di perangkat mobile. Hal Ini karena banyak pengguna internet mengakses web melalui ponsel. Betul?

Dan, yang lebih penting, saat ini Google lebih memprioritaskan website-website yang ramah seluler.

  • Kecepatan Halaman (Page Speed)

Waktu pemuatan halaman web yang cepat. User cenderung meninggalkan situs yang lambat. Lagi-lagi, Google memberikan nilai tambah pada website dengan kecepatan load konten yang baik.

  • Backlink Berkualitas Tinggi

Jangan kaget bahwa banyak pro & kontra mengenai backlink. Kami ambil jalan tengahnya saja, hehe.

Jadi, menurut kami, backlink itu tetap penting. Cara mendapatkannya-lah yang perlu diperhatikan.

Sekarang tidak seperti 13 tahun lalu, yang kita bisa menjadi rangking 1 dengan punya banyak backlink, tanpa perlu memikirkan sumber backlinknya dari web apa.

Bila ada kesempatan, kami akan tuliskan artikel khusus yang membahas tentang backlink ini.

Intinya, adanya backlink menunjukkan bahwa konten Anda dianggap berharga oleh orang atau pihak lain di internet. Apalagi, bila pihak lain yang memberikan backlink tersebut adalah web-web ‘besar’, atau authoritative.

Perlu diingat

Ranking factor bukanlah sesuatu yang ‘pasti’ langsung menjamin halaman website Anda mendapatkan peringkat yang sangat tinggi di SERP!

Dengan mengoptimasi ranking factor dengan maksimal, akan meningkatkan potensi mendapatkan rangking yang bagus di hasil pencarian.

Menurut pengalaman kami, nggak ada yang benar-benar pasti di SEO, kecuali 1 hal: Web Anda tidak akan pernah bisa terindex di google jika Anda mengaktifkan meta noindex di halaman. 😀

Sejarah Update Algoritma Google

Dari berdirinya hingga 2023 ini, sudah berkali-kali Google melakukan update mayor algoritmanya. Berikut ini sejarah singkat update algoritma pencarian Google yang penting nggak penting sih, untuk kita ketahui.

Minimal, Anda harus paham 2-3 update algoritma pencarian terbaru mereka.

Algoritma PageRank (2000)

Google meluncurkan algoritma PageRank, yang memberikan nilai numerik pada skala 0-10 untuk mengukur otoritas suatu halaman. Saat ini, PageRank tidak lagi diperbarui secara rutin oleh Google dan bukan faktor penting penentu peringkat hasil pencarian.

Update Florida (2003)

Pada tahun 2003, Google mengimplementasikan pembaruan algoritma yang dikenal sebagai “Florida.” Pada update ini, Google mengubah cara menilai kata kunci dan backlink. Ia mempengaruhi banyak situs web dan menyebabkan perubahan besar dalam dunia SEO saat itu.

Algoritma Jagger (2005)

Update algoritma Jagger bertujuan untuk mengurangi manipulasi peringkat melalui praktik-praktik spam. Ini memperkenalkan perubahan signifikan dalam cara Google menilai dan mem-penalty backlink spam. Meskipun, saat itu algoritma ini masih bisa dengan mudah dimanipulasi oleh para praktisi SEO ‘blackhat’.

Apa itu white hat dan black hat SEO? Sabar ya, akan kami bahas pada tulisan mendatang.

Caffeine dan Vince (2009)

Google merilis pembaruan algoritma Caffeine untuk meningkatkan kecepatan indeks halaman. Sementara itu, pembaruan Vince memasukkan peran merek atau brand dalam ranking factor.

Panda dan Pinguin (2011)

Google Panda diluncurkan untuk menangani masalah konten berkualitas rendah. Sedangkan Pinguin bertujuan untuk mengatasi taktik manipulatif dalam membangun backlink. Kedua pembaruan ini memengaruhi banyak situs web dalam hasil pencarian.

Hummingbird (2013)

Hummingbird memperkenalkan pemahaman semantik yang lebih baik dalam pencarian. Algoritma ini memahami konteks dan niat pengguna (biasa disebut dengan search intent). Hal ini memungkinkan Google memberikan hasil pencarian yang lebih relevan.

Mobilegeddon (2015)

Google memberlakukan pembaruan yang sekali lagi memberikan nilai tambah pada web yang ramah seluler. Tentunya hal ini mengakibatkan dampak besar pada peringkat web yang tidak dioptimalkan untuk perangkat mobile.

BERT (2019)

BERT (Bidirectional Encoder Representations from Transformers) diperkenalkan untuk meningkatkan pemahaman konten dan pertanyaan pengguna. Ini menyoroti pentingnya konteks dan konten berkualitas dalam hasil pencarian.

Page Experience Update (2021)

Update Page Experience difokuskan pada pengalaman pengguna (user experience), seperti kecepatan memuat halaman dan mobile-friendly-ness.

Helpful Content System (2022)

Pembaruan algoritma major ini menekankan pentingnya membuat konten yang bermanfaat dan informatif bagi pengguna. Setelah update ini, para pemilik website diwajibkan memiliki konten yang ‘berkualitas’ untuk bisa bersaing di hasil pencarian.

Kesimpulan

Dalam perjalanan mengupas dunia SEO, kita telah memahami bahwa algoritma Google merupakan kunci utama yang menentukan peringkat halaman website dalam hasil pencarian.

Meskipun rumus eksaknya hanya diketahui oleh Tuhan dan Google (hehe), panduan dasar dalam bentuk Google Search Essentials memberikan kita arah yang jelas dalam mengoptimalkan SEO.

Ranking factor, seperti konten berkualitas, optimasi kata kunci, mobile-friendly, kecepatan halaman, dan backlink berkualitas, memiliki peran krusial dalam menentukan rangking suatu halaman di hasil pencarian Google.

Sejarah evolusi algoritma pencarian Google dari PageRank hingga pembaruan terkini, Helpful Content System, secara tidak langsung mengarahkan kita untuk meningkatkan kualitas konten dan pengalaman pengguna di website.

Dengan demikian, kita sebagai pemilik website ataupun praktisi SEO perlu fokus pada konten yang bermanfaat dan informatif untuk tetap relevan dan bersaing di ranah SEO yang terus diupdate algoritmanya ini. 🙂

Ada pertanyaan? Sampaikan pada kolom komentar, ya!

Leave a Comment